Mengganti Atap Kayu dengan Baja Ringan

Mengganti Atap Kayu dengan Baja Ringan

Mengganti Atap Kayu dengan Baja Ringan – Dalam perkembangannya, sebuah rumah bisa berubah bentuk. Baik dalam bentuk perubahan yang kecil atau perubahan yang besar sekalipun. Perubahan-perubahan besar ini adalah bagian tak terpisahkan seiring dengan kebutuhan pemilik rumah. Rumah minimalis yang awalnya tidak berubah, bisa sewaktu-waktu berubah ketika pemilik rumah menginginkan adanya perubahan pada beberapa bagiannya. Bisa saja dalam rentang waktu lima tahun atau sepuluh tahun.

Perubahan kecil misalnya pada warna cat rumah. Pemilihan warna yang ada misalnya sudah terasa bosan, maka cat diganti untuk kemudian diubah sesuai keinginan. Lain lagi dengan renovasi yang berhubungan dengan struktur. Misalnya struktur atap, struktur pondasi, dan dinding. Dengan banyaknya material serta hubungan-hubungan antar satu struktur dengan struktur lainnya, maka renovasi untuk bagian tersebut harus dilakukan dengan baik oleh tenaga terampil yang sudah ahli dibidangnya. Misalnya menghubungi kontraktor agar renovasi rumah bisa berlangsung dengan baik sesuai harapan.

Baca Selengkapnya : Genteng Untuk Baja Ringan

Bagian paling penting juga yang termasuk renovasi struktur adalah renovasi atap. Banyak alasan melakukan renovasi atap ini. Misalnya karena kayu penopang sudah rapuh karena diserang rayap atau kayu menjadi lapuk karena air hujan atau umur kayu yang masih muda saat dipasang untuk pertama kalinya saat membangun. Untuk merenovasi atap ini bisa dilakukan dengan mengganti beberapa bagian kayu yang sudah lapuk atau rapuh, atau mengganti seluruh bagian struktur yang ada dengan material yang baru, sebut saja rangka atap baja ringan.

Membongkar total jadi solusi cepat ketika seluruh rangka atap telah rusak. Kondisi yang membahayakan keluarga tersebut memaksa Anda harus  mengganti seluruh rangka dengan yang baru. Salah satunya dengan menggunakan rangka baja ringan. Namun untuk mengganti atap kayu lama dengan baja ringan tak semudah kelihatannya. Ada beberapa catatan yang harus dicermati.

  • Perhitungkan Ketinggian Material

Perbedaan ketinggian rangka baru karena perbedaan komponen atap. Rangka kayu terdiri dari kuda-kuda, gording, kaso, dan reng, Sedangkan baja ringan tak menggunakan gording dan kaso. Reng langsung menumpu pada kuda-kuda, Jadi posisi baja ringan baru lebih rendah,”

  • Dinaikan 18cm

Adanya perubahan ketinggian atap dapat menyebabkan terjadinya posisi penurunan atap. Jika rumah tersebut direnovasi dinding harus dinaikkan minumum 18cm.

  • Posisi Atap Menjadi Turun

Ketika dinding tidak dinaikkan, posisi atap menjadi turun. Akibatnya kusen atau lubang angin tertutup, sirkulasi udara akan semakin pendek dan membuat pengap. Peninggian dapat dilakukan dengan menambah pasangan bata ditambah balok ikat baru.

  • Biaya Tambahan

Kadang-kadang para pelaksana peninggian dianggap sulit dan butuh teknik khusus.Ada biaya tambahan pula. Jadi mereka sering mengakali dengan menggunakan sistem stek agar cepat dan lebih mudah walaupun berbahaya

Baca Selengkapnya : Carport Baja Ringan Sebuah Bangunan

(Sistem stek merupakan penambahan penyanga berupa baja ringan sebagai penyalur beban atap ke ring balok. Fungsinya menggantikan posisi dinding dan ring balok yang harusnya ditinggikan)

  • Tumpuan pada Beban

Stek berbahaya karena tumpuan beban ada pada batang penyangga, tidak langsung ke ring balok. Resikonya besar saat karena batang penyangga menyangga beban dan pergerakkan atap. Jika tidak kuat, atap bisa rubuh.Setelah peninggian dinding selesai proses  pemasangan rangka baja ringan siap dilakukan. Proses pemasangan ini tak jauh beda dengan pemasangan atap rumah baru.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *